PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN MODAL SENDIRI TERHADAP TINGKAT PERTUMBUHAN LABA OPERASIONAL ( Studi Kasus pada PT. Bank Jabar, Bandung)

Widyatama Repository

PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN MODAL SENDIRI TERHADAP TINGKAT PERTUMBUHAN LABA OPERASIONAL ( Studi Kasus pada PT. Bank Jabar, Bandung)

Show full item record

Title: PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN MODAL SENDIRI TERHADAP TINGKAT PERTUMBUHAN LABA OPERASIONAL ( Studi Kasus pada PT. Bank Jabar, Bandung)
Author: Wulan, Citra
Abstract: Faktor modal bank merupakan faktor yang penting bagi bank dalam rangka mengembangkan usaha serta menanggung risiko kerugian yang diderita. Pos-pos modal dan dana simpanan dari pihak ketiga dalam pasiva pada neraca merupakan kekuatan pokok yang mencerminkan potensi bank yang bersangkutan. Dalam memperoleh sumber modal, bank harus memperhatikan asal dana tersebut, karena besar atau kecilnya manfaat dana itu tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab dan kewajiban bank. Mengingat hal tersebut, maka bank akan memilih sumber dana yang paling produktif dan paling kecil risikonya terhadap keselamatan bank yaitu modal sendiri. Pengelolaan sumber dana melalui penghimpunan modal sendiri memiliki kemampuan dalam memberikan kredit kepada nasabah yang pada akhirnya diharapkan akan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menaikkan laba yang mungkin diperoleh pihak bank. Berdasarkan hal di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “ Pengaruh Tingkat Penambahan Modal Sendiri Terhadap Tingkat Pertumbuhan Laba Operasional” di PT. Bank Jabar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penghimpunan modal sendiri yang dilakukan, tingkat pertumbuhan laba operasional yang terjadi dan pengaruh tingkat penambahan modal sendiri terhadap tingkat pertumbuhan laba operasional. Metodologi penelitian yang digunakan oleh penulis dalam menyusun skripsi ini adalah metode deskriptis analitis dengan pendekatan studi kasus. Untuk mengumpulkan data yang diperlukan, penulis menggunakan penelitian lapangan melalui teknik penelitian observasi dan wawancara, serta penelitian kepustakaan. Adapun untuk melakukan pengujian hipotesis, penulis menggunakan pengujian hipotesis secara statisitik yang dilakukan dengan analisis regresi, analisis korelasi, dan statistik uji t menggunakan jenis pengujian dua pihak. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh penulis, ternyata penghimpunan modal sendiri PT. Bank Jabar dilakukan dengan cara menambah jumlah modal disetor dari Pemerintah Daerah dam meningkatkan cadangan atau saldo laba dari laba yang diperoleh dengan tujuan utama untuk mematuhi peraturan Bank Indonesia dan mempertinggi tingkat kepercayaan masyarakat. Tingkat pertumbuhan laba operasional PT. Bank Jabar dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2005 selalu mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya pendapatan bunga PT. Bank Jabar akibat adanya ekspansi kredit. Dari hasil perhitungan pengujian, diperoleh persamaan regresi Y = -0,8 + 1,1287 X. Hasil pengujian korelasi diperoleh r = 0,8544 dan koefisien determinasi yang relatif besar, yaitu 72,9 % serta t hitung = 2,842. Dengan menggunakan tingkat signifikansi 5 %, maka diperoleh hasil bahwa Ho diterima karena berada dalam daerah penerimaan Ho yaitu -3,1825 < 2,842 < 3,1825, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat penambahan modal sendiri tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pertumbuhan laba operasional.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/5250
Date: 2006


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 7.405Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 32.05Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 27.17Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 39.09Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 29.51Kb PDF View/Open
Daftar Tabel.pdf 21.82Kb PDF View/Open
Daftar Gambar.pdf 21.72Kb PDF View/Open
Daftar Lampiran.pdf 21.76Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 46.45Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 103.1Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 65.63Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 104.8Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 33.15Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 23.58Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record