TINJAUAN ATAS PENERAPAN PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PADA CV.BI-ENSI FESYENINDO, BANDUNG

Widyatama Repository

TINJAUAN ATAS PENERAPAN PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PADA CV.BI-ENSI FESYENINDO, BANDUNG

Show full item record

Title: TINJAUAN ATAS PENERAPAN PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PADA CV.BI-ENSI FESYENINDO, BANDUNG
Author: Indri
Abstract: Selama bertahun-tahun pemerintah pada tingkat-tingkat tertentu mendorong perkembangan ekonomi nasional. Hal ini menuntut setiap perusashaan untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, dan keuntungan usaha. Agar produktivitas dan daya saing serta keuntungan perusahaan dapat tercapai, maka perusahaan perlu mengetahui informasi tentang kegiatan operasi perusahaan serta perkembangan usaha dan kondisi keuangan perusahaan pada saat tersebut. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui suatu laporan, yaitu laporan keuangan. Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari suatu proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara perusahaan dengan pihak-pihak berkepentingan (stakeholders). Laporan keuangan mencerminkan berapa besar kekayaan, hutang maupun ekuitas perusahaan pada saat tertentu atau berapa hasil dari kegiatan operasi perusahaan selama periode tertentu. Laporan keuangan yang utama pada suatu perusahaan yang umumnya dibuat adalah Neraca (Balance Sheet), Perhitungan Laba Rugi ( Income statement), Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Agar penyajian laporan keuangan perusahaan tepat, maka seorang akuntan harus memiliki pengetahuan yang baik mengenai prinsip-prinsip dalam penyusunan informasi yang akan menghasilkan laporan keuangan dan dapat dipahami oleh para pemakainya. Oleh karena itu penulis mengambil judul “TINJAUAN ATAS PENERAPAN PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PADA CV.BI-ENSI FESYENINDO, BANDUNG.” Laporan keuangan adalah dasar untuk mengetahui posisi keuangan dan untuk melihat sejarah perusahaan serta melihat kinerja perusahaan yang akan datang. Pihakpihak yang berkepentingan terhadap kemajuan perusahaan memerlukan laporan keuangan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan yang bersangkutan. Agar laporan keuangan dapat dimengerti oleh pihak-pihak yang berkepentingan, maka perlu adanya keseragaman yang berlaku umum dalam bentuk penyajiannya. Oleh karena itu, diperlukan suatu pedoman pokok atau standar dalam penyusunannya dan penyajian dalam laporan keuangan yang di Indonesia dikenal sebagai Standar Akuntansi Keuangan. Dalam penyusunan laporan ini, penulis melakukan kerja prktik di CV.Bi-Ensi Fesyenindo. Suatu perusahaan berjenis perusahaan manufaktur yang memproduksi pakaian jadi untuk memenuhi permintaan anak muda akan gaya hidup. Penulis menggunakan metode deskriptif yaitu suatu metode yang bertujuan untuk memperoleh gambaran atau situasi pada perusahaan dengan mengumpulkan data berdasarkan fakta yang kemudian diolah dan dianalisis. CV.Bi-Ensi Fesyenindo dalam proses penyusunan laporan keuangan sudah menggunakan komputer. Karena sudah komputerisasi maka dokumen sumber dari setiap transaksi langsung dimasukkan ke dalam program, lalu program ini yang akan menyusun laporan keuangan, program yang digunakan adalah program MYOB. ii Perusahaan membuat laporan antara lain : Neraca dan Laporan Laba Rugi yang dilaporkan satu bulan sekali. Susunan kode rekening yang digunakan oleh perusahaan adalah susunan kode rekening dengan metode angka kelompok. Simpulan yang penulis ambil antara lain : perusahaan menggunakan program MYOB dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan, laporan keuangan yang disajikan adalah neraca dan laporan laba rugi dengan identifikasi sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan, dan penyusunan kode rekening dengan metode kode kelompok. Penulis menyarankan agar perusahaan melakukan pencatatan secara manual juga serta untuk Harga Pokok Penjualan dan Laba Ditahan sebaiknya diganti dengan Beban Pokok Penjualan dan Saldo Laba agar sesuai dengan istilah yang ada di dalam Standar Akuntansi Keuangan. Untuk PPN Masukan sebaiknya ditempatkan dalam aktiva, dan PPN Keluaran tetap disajikan dan diakui sebagai kewajiban serta pos PPN (21116) sebaiknya ditiadakan karena pada kenyataannya tidak digunakan.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/5101
Date: 2006


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 6.255Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 24.51Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 29.58Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 26.25Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 28.52Kb PDF View/Open
Daftar Lampiran.pdf 21.78Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 34.94Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 127.3Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 41.07Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 47.53Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 26.87Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record