TINJAUAN ATAS PENYUSUNAN ANGGARAN BIAYA OPERASIONAL PADA PDAM KOTA BANDUNG

Widyatama Repository

TINJAUAN ATAS PENYUSUNAN ANGGARAN BIAYA OPERASIONAL PADA PDAM KOTA BANDUNG

Show full item record

Title: TINJAUAN ATAS PENYUSUNAN ANGGARAN BIAYA OPERASIONAL PADA PDAM KOTA BANDUNG
Author: Yunita, Metha
Abstract: Anggaran Operasional dijadikan oleh perusahaan sebagai pedoman untuk melakukan kegiatan bisnis yang terkait dengan kebijakan keuangan perusahaan. Anggaran disusun agar perusahaan mampu menentukan biaya operasional yang harus dikeluarkan dalam kurun waktu satu tahun anggaran. Perusahaan berupaya semaksimal mungkin untuk dapat melakukan efisiensi serta pengawasan terhadap pengalokasian keuangan. Fungsi anggaran sebagai salah satu perangkat bagi perusahaan untuk merencanakan serta memproyeksikan pengalokasian keuangan dalam setiap kegiatan operasional. Diharapkan dengan adanya anggaran ini perusahaan dapat mengantisipasi biaya-biaya yang timbul serta merencanakan pengeluaran perusahaan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bandung sebagai salah satu perusahaan milik daerah kota Bandung, memiliki prosedur dan kebijakan anggaran tersendiri. Adapun metode yang dilakukan dalam proses penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa prosedur penyusunan anggaran biaya operasional tahun 2008 dan 2009 pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bandung, dilaksanakan melalui berbagai tahap kegiatan. Diantaranya adalah, pembentukan panitia anggaran, persiapan panitia anggaran, terbentuknya unit kerja, pengarahan direktur utama kepada unit kerja, pengiriman daftar usulan kegiatan (DUK) dan daftar usulan proyek (DUP) ke unit kerja, pengisian formulir DUK dan DUP oleh unit kerja, komplikasi formulir dan penyusunan draft RAPB, peninjauan kembali oleh direksi, pembahasan RAPB dengan badan pengawas. Data pada tahun 2008 dan 2009 menunjukkan bahwa realisasi biaya operasional pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bandung menunjukkan angka yang lebih kecil daripada jumlah yang dianggarkan. Surplus anggaran terjadi pada tahun 2008 sebesr Rp.17.471.036.000 (10,61%) dan pada tahun 2009 sebesar Rp.29.079.784.000 (17%), sehingga biaya-biaya operasional perusahaan teralokasi sesuai kebutuhan. Faktor-faktor yang mampu mempengaruhi biaya operasional dapat dikelola dengan baik oleh perusahaan sehingga tidak terjadi defisit anggaran.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/4891
Date: 2010


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 11.99Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 32.42Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 53.01Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 175.7Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 97.04Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 117.8Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 34.73Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 26.74Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record