TINJAUAN ATAS PELAKSANAAN PEMOTONGAN, PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN (PPh) PASAL 21 PADA PT. INDONESIA COMNETS PLUS (ICON+) REGION JAWA BARAT

Widyatama Repository

TINJAUAN ATAS PELAKSANAAN PEMOTONGAN, PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN (PPh) PASAL 21 PADA PT. INDONESIA COMNETS PLUS (ICON+) REGION JAWA BARAT

Show full item record

Title: TINJAUAN ATAS PELAKSANAAN PEMOTONGAN, PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN (PPh) PASAL 21 PADA PT. INDONESIA COMNETS PLUS (ICON+) REGION JAWA BARAT
Author: Nurbaiti, Utami
Abstract: Pajak sebagai sumber pendapatan dan penerimaan negara perlu terus ditingkatkan keberadaannya sehingga pembangunan nasional dapat dilaksanakan dengan kemampuan sendiri berdasarkan prinsip kemandirian. Salah satu jenis pajak yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap penerimaan pajak adalah pajak penghasilan (PPh) yang diperoleh dari penghasilan perseorangan ataupun institusi. Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan orang pribadi dalam negeri berupa gaji, honorarium, penghasilan dari praktik dokter, notaris, aktuaris, akuntan, pengacara, dan sebagainya yang diatur dalam Undang-undang. Sesuai dengan PMK No 252/PMK.03/2008 ditegaskan bahwa pemotong PPh Pasal 21 atau disebut pemotong pajak, salah satunya adalah pemberi kerja. Penulis melakukan penelitian pada PT. Indonesia Comnets Plus (ICON+) untuk mengetahui pelaksanaan pemotongan, penyetoran dan pelaporan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Perusahaan tersebut beralamat di Jalan PHH Mustofa No.45 Bandung 40124 Jawa Barat. Dalam mengumpulkan data penulis melakukan kerja praktik,wawancara, dan observasi di PT. Indonesia Comnets Plus (ICON+). Metode yang penulis lakukan adalah metode deskriptif. PT. Indonesia Comnets Plus adalah perusahaan pemberi kerja yang menanggung sepenuhnya PPh 21 terutang para pegawainya. Perhitungan dan penyetoran PPh Pasal 21 dilakukan oleh perusahaan yang dilakukan oleh bagian pajak. Kemudian oleh bagian pajak disetorkan ke Bank Nusantara Parahyangan Kantor Kas Suniaraja dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP). Setelah penyetoran, lalu dilaporkan ke KPP Cibeunying dimana PT. Indonesia Comnets Plus (ICON+) terdaftar. Pada saat melakukan pelaporan, lampiran yang dibawa antara lain adalah SPT Masa, SPP lembar ke-3 dan daftar bukti potong. Pelaporan ini disajikan selambat-lambatnya tanggal 20 setelah masa pajak berakhir ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) disertai dengan bukti tanda terima. Dari hasil penelitian dan pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis, diperoleh kesimpulan bahwa dalam perhitungan, pemotongan, penyetoran, dan pelaporan PPh Pasal 21 telah sesuai dengan peraturan Undang-undang Perpajakan yang berlaku dan pelaksanaannya tidak mengalami hambatan.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/4840
Date: 2009


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 68.00Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 80.31Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 74.87Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 80.97Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 81.45Kb PDF View/Open
Daftar Tabel.pdf 70.78Kb PDF View/Open
Daftar Lampiran.pdf 71.06Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 143.6Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 211.5Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 145.9Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 131.1Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 119.4Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 94.17Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record