TINJAUAN ATAS PRODSEDUR PENERBITAN SURAT PAKSA TERHADAP PIUTANG PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK BANDUNG TEGALLEGA

Widyatama Repository

TINJAUAN ATAS PRODSEDUR PENERBITAN SURAT PAKSA TERHADAP PIUTANG PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK BANDUNG TEGALLEGA

Show full item record

Title: TINJAUAN ATAS PRODSEDUR PENERBITAN SURAT PAKSA TERHADAP PIUTANG PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK BANDUNG TEGALLEGA
Author: Asmarani, Tanya Medya
Abstract: Perkembangan jumlah tunggakan pajak dari waktu ke waktu menunjukkan jumlah yang semakin besar. Terhadap tunggakan pajak dimaksudkan perlu dilaksanakan tindakan penagihan pajak yang mempunyai kekuatan hukum yang memaksa. Berdasarkan hal tersebut dalam menyusun laporan tugas akhir ini penulis mengambil judul Tinjauan Atas Prosedur Penerbitan Surat Paksa Terhadap Piutang Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Tegallega . Penulis melakukan peninjauan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Tegallega yang beralamat di Jl. Soekarno Hatta No. 216 Bandung. Tujuan dari Laporan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosedur penerbitan surat paksa terhadap piutang, dan bagaimana pelaksanaan penagihan dengan surat paksa atas kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan perpajakannya, serta kendala-kendala apa saja yang terdapat dalam prosedur penerbitan surat paksa. Metode yang digunakan oleh penulis adalah Metode Deskriptif. Kantor pelayanan pajak akan melakukan penagihan terhadap wajib pajak dengan surat teguran dengan jangka 7 hari setelah jatuh tempo, apabila dalam 21 hari tidak membayar maka dikeluarkan surat paksa. Apabila tidak dilunasi pajaknya maka akan dilakukan penyitaan dalam waktu 1x24 jam. Kantor pelayanan pajak pratama merupakan salah satu badan pelaksanaan direktorat jenderal pajak yang berada di bawah wewenang kantor wilayah pajak. Fungsi KPP Pratama adalah melakukan penagihan terhadap wajib pajak yang tidak melunasi utang pajaknya. Pelaksanaan penagihan surat paksa di KPP Pratama Bandung Tegallega, pada tahun 2008 mengalami peningkatan karena adanya krisis global yang berpengaruh terhadap aktifitas ekonomi seperti terjadinya PHK, wajib pajak yang mempunyai usaha dinyatakan likuidasi atau bubar, wajib pajak melarikan diri, wajib pajak pindah domisili (tempat tinggal), dan wajib pajak meninggal dunia. Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerbitan surat paksa terhadap piutang, dan pelaksanaan penagihan surat paksa atas kepatuhan wajib pajak yang telah dilaksanakan, dan terdapat kendala-kendala yang menyebabkan tidak optimalnya pelaksanaan penagihan atas kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan perpajakannya yaitu kendala migrasi data wajib pajak pindah, wajib pajak atau penanggung pajak tidak ditemukan, wajib pajak meninggal dunia atau sudah tidak melakukan kegiatan usaha, kerjasama dengan instansi lain dan sumber daya manusia.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/4770
Date: 2010


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 12.27Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 25.33Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 34.38Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 43.32Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 31.15Kb PDF View/Open
Daftar Tabel.pdf 21.35Kb PDF View/Open
Daftar Gambar.pdf 21.75Kb PDF View/Open
Daftar Grafik.pdf 21.32Kb PDF View/Open
Daftar Lampiran.pdf 21.70Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 46.94Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 129.6Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 67.17Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 119.0Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 34.73Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 26.29Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record