PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN CORE REMAN (STUDI KASUS : PT. HEXINDO ADIPERKASA,Tbk)

Widyatama Repository

PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN CORE REMAN (STUDI KASUS : PT. HEXINDO ADIPERKASA,Tbk)

Show full item record

Title: PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN CORE REMAN (STUDI KASUS : PT. HEXINDO ADIPERKASA,Tbk)
Author: Anggraini, Dika
Abstract: PT. Hexindo Adiperkasa Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan alat berat, penyewaan alat berat, penjualan part pendukung dan remanufacturing. PT. Hexindo Adiperkasa,Tbk sangat mementingkan pelayanan yang baik. Waktu pelayanan yang relatif lebih cepat dapat menghasilkan pelayanan terbaik. Sistem informasi yang dimiliki perusahaan saat ini, belum membantu perusahaan untuk memberikan pelayanan tersebut. Dalam sistem informasi yang dimiliki oleh perusahaan, sistem informasi persediaan core remanufaktur yang memiliki masalah dalam waktu pelayanan. Permasalahan yang timbul dari sistem informasi manajemen persediaan barang saat ini adalah pendataan barang yang tidak beraturan dan lamanya waktu pelayanan yang diberikan. Hal ini diakibatkan oleh banyak data yang harus diinput dalam sistem informasi. Data yang diinput tidak diurutkan berdasarkan tingkat kepentingannya. Tujuan penelitian ini adalah memilih kriteria sistem informasi manajemen persediaan core reman yang tepat bagi perusahaan dengan menggunakan metode Analytical Hierarcy Process (AHP). Metode Analytical Hierarcy Process (AHP) adalah metode yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Kelebihan dari metode dibandingkan dengan metode lain adalah memiliki kriteria dan sub-kriteria secara detail. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh 4 kriteria, 13 sub-kriteria dan 2 alternatif. Berdasarkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) diperoleh hasil masing-masing kriteria, pada level 2 Data Customer sebesar 0.496, Data Pembayaran sebesar 0.334, Data Warehouse sebesar 0.110 dan History Part sebesar 0.079. Dari hasil tersebut bobot tertinggi adalah kriteria Data Customer, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mengganggap bahwa kriteria yang Data Customer merupakan kriteria yang paling penting dalam pemilihan sistem informasi. Hasil pemilihan kriteria sistem diperbaiki dan tidak diperbaiki diperoleh bobot 0.875 untuk kriteria diperbaiki, hal ini menunjukkan bahwa kriteria diperbaiki merupakan kriteria yang paling penting. Hasil tersebut dapat menjadi masukan ke perusahaan sebagai perbaikan sistem informasi manajemen.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/3748
Date: 2013


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 10.07Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 24.70Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 35.59Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 34.80Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 29.30Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 43.75Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 212.0Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 75.25Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 623.2Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 36.86Kb PDF View/Open
Bab 6.pdf 34.94Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 29.86Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record