USULAN PERBAIKAN WAKTU SETUP PRODUKSI TIANG LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN SINGLE MINUTE EXCHANGE OF DIES (STUDI KASUS DI PT PLN BANDUNG)

Widyatama Repository

USULAN PERBAIKAN WAKTU SETUP PRODUKSI TIANG LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN SINGLE MINUTE EXCHANGE OF DIES (STUDI KASUS DI PT PLN BANDUNG)

Show full item record

Title: USULAN PERBAIKAN WAKTU SETUP PRODUKSI TIANG LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN SINGLE MINUTE EXCHANGE OF DIES (STUDI KASUS DI PT PLN BANDUNG)
Author: Andini, Yeny
Abstract: PT PLN (Persero) adalah Perusahaan Listrik Negara yang didirikan pada tahun 1914 oleh para pengusaha Belanda. PT PLN (Persero) memiliki beberapa anak perusahaan di antaranya PT Indonesia Power (IP) yang bergerak dalam bidang pembangkit tenaga listrik, PT PLN Batubara yang bergerak dalam bidang tambang batubara sebagai bahan utama dari pembangkit listrik tenaga uap, dan PT PLN (Persero) Purhalis Unit Workshop dan Pemeliharaan III Bandung yang bergerak pada bidang pembuatan Tiang Listrik, Lemari Bagi TR, Unit Gardu Bergerak, Matrys Segel, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro, dan mengerjakan pekerjaan konstruksi lainnya. Permasalahan di PT PLN (Persero) Purhalis Unit Workshop dan Pemeliharaan III Bandung ini adalah keterlambatan waktu penyelesaian tiang listrik berdasarkan hasil pengamatan waktu penyelesaian tiang listrik adalah 6 bulan, sedangkan yang menjadi target perusahaan adalah 5 bulan, sehingga terjadi keterlambatan dalam penyelesaian tiang listrik selama 1 bulan. Keterlambatan waktu penyelesaian tiang listrik adalah waktu setup mesin. Waktu setup rata-rata di perusahaan adalah 45 menit per hari, sedangkan waktu setup yang tetapkan oleh perusahaan adalah 25 menit per hari. Dalam mereduksi waktu setup dapat dilakukan dengan metode Single Minute Exchange of Dies (SMED). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor penyebab lamanya waktu setup mesin dan mereduksi waktu setup dengan menggunakan metode Single Minute Exchange of Dies (SMED). Single Minute Exchange of Dies (SMED) adalah metode dasar yang digunakan untuk mereduksi waktu setup yang hampir satu jam (Shingo,1985). Single Minute Exchange of Dies (SMED) membedakan setup internal dan setup eksternal. Operasi setup internal dilakukan saat mesin dalam keadaan tidak beroperasi, sedangkan setup eksternal dilakukan saat mesin beroperasi. Berdasarkan hasil pengolahan data faktor-faktor penyebab lamanya waktu setup adalah manusia, mesin, metode dan lingkungan. Hasil persentase yang terbesar terdapat pada faktor mesin sebesar 37,04%. Sedangkan hasil pengurangan dengan menggunakan Single Minute Exchange of Dies (SMED) diperoleh waktu setup sebesar 28,19 menit, jika dibandingkan dengan waktu setup sebelum menggunakan metode Single Minute Exchange of Dies (SMED) sebesar 50,08 menit terdapat pengurangan waktu setup sebesar 21,89 menit (43,72%). Dengan menggunakan metode Single Minute Exchange of Dies (SMED) perusahaan dapat menghemat waktu selama 1 bulan dengan waktu penyelesaian selama 5 bulan, dan tidak ada keterlambatan waktu dalam produksi tiang listrik.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/3736
Date: 2014


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 113.3Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 267.5Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 235.3Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 200.8Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 180.3Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 208.6Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 336.9Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 235.2Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 881.6Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 101.2Kb PDF View/Open
Bab 6.pdf 46.53Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 45.91Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record