ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU BENANG MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) (STUDY KASUS HOME INDUSTRY NEDY)

Widyatama Repository

ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU BENANG MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) (STUDY KASUS HOME INDUSTRY NEDY)

Show full item record

Title: ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU BENANG MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) (STUDY KASUS HOME INDUSTRY NEDY)
Author: Herawan, Topan
Abstract: Home Industry Nedy merupakan salah satu industri kecil yang mengerjakan produksi dari induk perusahaan atau disebut makloon, produk yang diproduksi antara lain sarung bantal, sarung guling dan seprei. Dalam proses produksinya Home Industry Nedy memiliki beberapa masalah diantaranya adalah masalah kualitas jahitan yang disebabkan kualitas bahan material berupa benang yang kurang baik serta ketepatan pengiriman yang belum akurat. Dalam proses produksinya, Home Industry Nedy memiliki 4 supplier yang telah menjadi rekanan bisnis dalam pengadaan bahan baku benang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kriteria dalam pemilihan supplier dan untuk memilihnya supplier bahan baku benang dengan metode Analytic Hierarki Process (AHP) dan Analytic Network Process (ANP). Metode ANP ini merupakan pengembangan dari metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Metode ANP ini lebih kompleks dari metode AHP dikarenakan ANP ini berupa jaringan yang memungkinkan hubungan outer dependence selain inner dependence. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Analytic Network Process (ANP) diperoleh kriteria dan nilai bobot kriteria yaitu, Harga (0,22), Kualitas (0,23), Ketepatan Pengiriman (0,24), Jarak (0,21), dan Costumer Care (0,10). Dengan demikian kriteria ketepatan pengiriman yang memiliki nilai bobot kriteria tertinggi, sehingga kriteria ketepatan pengiriman merupakan kriteria yang terpenting diantara kriteria yang lain. Walaupun nilai kriterianya sama antara kedua metode tersebut, tetapi yang membedakannya yaitu ANP mempunyai hubungan outer dependence dan inner dependence. Dengan demikian dalam perhitungan sub kriteria, metode ANP dapat memperoleh bobot sub kriteria yang tertinggi yaitu ketepatan waktu kirim (0,05), lain halnya dengan metode AHP yang tidak memiliki hubungan outer dependence sehingga tidak memiliki nilai bobot tertinggi untuk sub kriteria. Dari hasil pengolahan data tersebut, maka diperoleh alternatif untuk pemilihan supplier bahan baku benang. Dari ke-4 supplier yang sudah menjadi rekanan bisnis sebelumnya, dengan metode AHP terpilih Bandung Indah Gemilang (BIG) dengan bobot tertinggi yaitu 0,37 kemudian secara berurutan Bintang Jaya (BJ) sebesar 0,28, Mulya Harapan (MH) 0,20, dan Usaha Baru (USBAR) sebesar 0,15. Untuk perhitungan metode ANP terpilih Bandung Indah Gemilang (BIG) dengan bobot tertinggi yaitu 0,37 kemudian secara berurutan Bintang Jaya (BJ) sebesar 0.36, Mulya Harapan (MH) 0.24, dan Usaha Baru (USBAR) sebesar 0,17. Dengan demikian dari perhitungan dapat disimpulkan Home Industry Nedy membutuhkan supplier yang memiliki ketepatan waktu kirim dan Bandung Indah Gemilang (BIG) yang memenuhi kriteria tersebut.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/3735
Date: 2012


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 14.57Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 24.25Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 27.03Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 26.00Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 45.52Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 36.69Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 111.1Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 63.54Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 308.4Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 75.25Kb PDF View/Open
Bab 6.pdf 30.43Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 27.86Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record