ANALISIS RESIKO KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALTMAN Z-SCORE DAN METODE SPRINGATE PADA PERUSAHAAN ROKOK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2009-2012

Widyatama Repository

ANALISIS RESIKO KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALTMAN Z-SCORE DAN METODE SPRINGATE PADA PERUSAHAAN ROKOK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2009-2012

Show full item record

Title: ANALISIS RESIKO KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALTMAN Z-SCORE DAN METODE SPRINGATE PADA PERUSAHAAN ROKOK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2009-2012
Author: Pradipta, Danurdara Aditya
Abstract: Analisis laporan keuangan sangat penting untuk perusahaan ‘go public’, laporan keuangan menjadi laporan kinerja perusahaan untuk investor, kreditor, pemasok dan karyawan karena mereka yang akan merasakan kerugian jika perusahaan mengalami kerugian atau kebangkrutan. Proses likuidasi pada sebuah perusahaan dapat diprediksi lebih dini dengan metode Altman atau metode Springate Penelitian ini bertujuan untuk menguji analisis kebangkrutan pada tiga perusahaan rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan menggunakan metode Altman Z-Score dan metode Springate untuk melihat seberapa besar tingkat kebangkrutan periode 2009-2012 di perusahaan rokok. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan perusahaan yang berada pada Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis yang digunakan adalah model prediksi kebangkrutan Altman Z-Score dan Springate. Metode Altman menggunakan lima variabel yang mewakili rasio likuiditas X1, profitabilitas X2, solvabilitas X3, aktivitas X4 dan rentabilitas X5. Memiliki rumus Z-Score = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4 + 1,0X5. Dengan kriteria penilaian Z-Score > 2,99 dikategorikan sebagai perusahaan yang sangat sehat. 1,81 < Z-Score < 2,99 berada di grey area sehingga mungkin terselamatkan atau bangkrut. Z-Score < 1,81 dikategorikan sebagai perusahaan yang beresiko bangkrut. Sedangkan untuk metode Springate menggunakan empat rasio keuangan yang mampu membedakan secara terbaik antara sound business yang pailit dan tidak pailit. Memiliki rumus S = 1,03 A + 3,07 B + 0,66 C + 0,4 D. Dengan kriteria penilaian S < 0,862 maka perusahaan dikategorikan bangkrut. Apabila S > 0,862 maka perusahaan dikategorikan tidak bangkrut. Menurut metode Altman, selama periode pengamatan menunjukkan bahwa data penelitian sebanyak 3 perusahaan rokok masih dalam kondisi yang aman atau tidak terancam kebangkrutan. Namun menurut metode Springate, hanya terdapat satu perusahaan di tahun 2012 yang dinyatakan bangkrut yaitu PT. Bentoel Investama Internasional, sedangkan perusahaan lainnya dinyatakan aman. Hal ini salah satunya dengan kemampuan perusahaan dalam menahan laba sebelum pajak setiap tahunnya.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/3612
Date: 2014


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 42.50Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 785.0Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 120.8Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 114.1Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 45.77Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 212.7Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 289.2Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 74.94Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 68.59Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record