ANALISIS PERBEDAAN LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL DENGAN LAPORAN KEUANGAN FISKAL TERHADAP PPH TERUTANG (Studi kasus pada PT. Agronesia di Bandung)

Widyatama Repository

ANALISIS PERBEDAAN LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL DENGAN LAPORAN KEUANGAN FISKAL TERHADAP PPH TERUTANG (Studi kasus pada PT. Agronesia di Bandung)

Show full item record

Title: ANALISIS PERBEDAAN LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL DENGAN LAPORAN KEUANGAN FISKAL TERHADAP PPH TERUTANG (Studi kasus pada PT. Agronesia di Bandung)
Author: Delina, Rina
Abstract: Laporan Keuangan yang dibuat perusahaan mengacu kepada kebijakan akuntansi yang ditetapkan oleh perusahaan. Sedangkan untuk kepentingan perpajakan, Laporan Keuangan harus disusun sesuai dengan Peraturan Perundangundangan Perpajakan. Hal ini yang mengakibatkan perhitungan penghasilan kena pajak menurut akuntansi akan berbeda dengan perhitungan penghasilan kena pajak menurut Peraturan Perundang-undangan Perpajakan yang dijadikan dasar untuk menentukan besarnya PPh Terutang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Data penelitian yang digunakan adalah Laporan Keuangan perusahaan selama dua tahun (2006-2007). Seluruh data dan informasi dalam penelitian ini diperoleh melalui tanya jawab dan observasi serta didukung oleh penelitian kepustakaan. Yang menjadi dasar perbedaan tersebut dalam penelitian ini adalah perbedaan peraturan terhadap pengakuan pendapatan dan pembebanan biaya. Perbedaan yang pertama yaitu perbedaan waktu (timming differences) yang terdiri dari perbedaaan waktu positif PT. Agronesia, yaitu beban yang masih harus dibayar untuk Tahun 2007 sebesar 1.105.592.565 dan Tahun 2006 sebesar 884.759.189. Sedangkan perbedaan waktu negatifnya, yaitu perbedaan antara penyusutan komersial dan fiskal untuk Tahun 2007 sebesar (3.818.189.274) dan Tahun 2006 sebesar (2.116.261.028), perbedaan antara amortisasi komersial dan fiskal untuk Tahun 2007 sebesar (531.151.186) dan Tahun 2006 sebesar (215.884.385).Yang kedua adalah perbedaan tetap (permanent differences) yang terdiri dari bunga bank dan jasa giro untuk Tahun 2007 sebesar (571.381.661) dan Tahun 2006 sebesar (189.737.580), serta beban operasional yang tidak diakui secara fiskal untuk Tahun 2007 sebesar 2.255.308.789 dan Tahun 2006 sebesar 2.972.937.280. Menurut data laporan laba-rugi komersial Tahun 2006, PT. AGRONESIA mengalami kerugian, sehingga tidak dapat dihitung PPh Terutangnya. Sedangkan untuk Tahun 2007, PT. AGRONESIA menghasilkan laba bersih sebelum pajak sebesar Rp 1.849.685.264, sehingga dapat dihitung PPh Terutangnya yaitu sebesar Rp 537.405.579. Menurut laporan rekonsiliasi fiskal Tahun 2007, besarnya penghasilan netto fiskal adalah sebesar Rp 289.864.497, maka jumlah PPh Terutangnya adalah Rp 69.459.349. Pada tahun 2007, PPh Terutang menurut laporan laba rugi komersial lebih besar daripada jumlah PPh Terutang menurut laporan laba rugi fiskal, hal ini disebabkan jumlah koreksi fiskal positif terhadap beban yang menambah laba lebih kecil daripada koreksi fiskal negatif terhadap pendapatan yang dapat mengurangi laba. Sedangkan untuk Tahun 2006, PPh Terutang menurut laba-rugi komersialnya tidak dapat dihitung, sehingga tidak dapat dibandingkan dengan laporan fiskalnya.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/2937
Date: 2009


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 33.40Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 40.21Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 53.70Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 55.45Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 49.57Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 79.86Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 135.0Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 56.25Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 49.54Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record