ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS DALAM UPAYA MENGURANGI TINGKAT KECACATAN PRODUK KAIN GREY DI PT. MEDAN JAYA

Widyatama Repository

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS DALAM UPAYA MENGURANGI TINGKAT KECACATAN PRODUK KAIN GREY DI PT. MEDAN JAYA

Show full item record

Title: ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS DALAM UPAYA MENGURANGI TINGKAT KECACATAN PRODUK KAIN GREY DI PT. MEDAN JAYA
Author: Yanuar, Wildan
Abstract: Kondisi dengan persaingan yang ketat baik di pasar lokal ataupun internasional, menuntut produsen diharuskan membuat produk yang berkualitas baik. Karena pada dasarnya konsumen menginginkan produk yang berkualitas baik, baik barang ataupun jasa. Hal itu dilakukan agar Produk bisa diterima oleh konsumen dan juga untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. PT. Medan Jaya merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur. Produk yang dihasilkan oleh perusahaan adalah kain grey dan kain bahan denim dengan orientasi pasar nasional dan internasional, sehingga harus dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas produknya agar dapat bersaing dengan produsen kain grey dan kain bahan denim lainnya. Oleh karena itu diperlukan adanya pengendalian kualitas. Selama ini, pengendalian kualitas di PT. Medan Jaya dilakukan dengan cara inspeksi pada kualitas bahan baku, proses produksi, dan hasil produksi. Jenis-jenis cacat yang dihadapi oleh perusahaan dalam melakukan aktivitas pengendalian kualitas kain grey dalam proses produksi adalah ; pakan kosong, lusi putus, pakan putus dan belang celup. Penelitian yang dilakukan terhadap PT. Aneka Produksi Nusajaya menggunakan metode statistical quality control (SQC). Pengendalian kualitas terhadap hasil produksi dilakukan dengan mambuat peta kendali p yang digunakan untuk menganalisis produk yang mengalami cacat atau ketidaksesuaian. Dilengkapi dengan diagram pareto dan diagram sebab-akibat. Setelah membuat peta kendali, langkah selanjutnya adalah melakukan uji keseragaman data, yaitu dengan menghilangkan titik-titik yang berada diluar batas kendali sebanyak 6 data yaitu 3, 8, 10, 14, 24 dan 26. Setelah dilakukan analisis uji keseragaman data, tidak ada lagi titik yang berada diluar batas kendali. Berdasarkan diagram pareto, prioritas perbaikan yang perlu dilakukan adalah untuk jenis cacat lusi putus dengan presentase 58.53%. Dari analisis dengan menggunakan diagram sebab akibat dapat diketahui faktor penyebab kecacatan yang paling utama adalah faktor manusia, sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan pencegahan dan perbaikan untuk mengurangi produk cacat dan meningkatkan kualitas produk.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/2684
Date: 2010


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 45.86Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 32.37Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 89.15Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 668.2Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 36.15Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 32.25Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record