ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS DALAM UPAYA MENEKAN TINGKAT KEGAGALAN PRODUK BENANG Ne. 40 PADA PROSES SPINNING DI PT.WORLD YAMATEX SPINNING MILLS

Widyatama Repository

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS DALAM UPAYA MENEKAN TINGKAT KEGAGALAN PRODUK BENANG Ne. 40 PADA PROSES SPINNING DI PT.WORLD YAMATEX SPINNING MILLS

Show full item record

Title: ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS DALAM UPAYA MENEKAN TINGKAT KEGAGALAN PRODUK BENANG Ne. 40 PADA PROSES SPINNING DI PT.WORLD YAMATEX SPINNING MILLS
Author: Rosidi, Mohamad Ibrahim
Abstract: Dalam menghadapi era globalisasi saat ini, perekonomian adalah salah satu sektor pembangunan yang penting dan harus benar-benar diperhatikan dalam suatu negara. Sektor yang berperan penting dalam pembangunan di bidang ekonomi ini adalah sektor industri yang saling berlomba-lomba untuk dapat menghasilkan produk yang berkualitas. Dan salah satu caranya dapat dilakukan dengan melakukan pengendalian kualitas secara teratur sehingga didapat hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh konsumen dan perusahaan itu sendiri. Mengingat sangat pentingnya pelaksanaan pengendalian kualitas dalam perusahaan industri manufaktur, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan menyusun skripsi dengan judul “ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS DALAM UPAYA MENEKAN TINGKAT KEGAGALAN PRODUK BENANG Ne. 40 PADA PROSES SPINNING DI PT.WORLD YAMATEX SPINNING MILLS”. PT. World Yamatex Spinning Mills adalah perusahaan textile dengan orientasi pasar ekspor sehingga harus dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas produknya agar dapat memenangkan persaingan yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengendalian kualitas. Selama ini, pengendalian kualitas di PT. World Yamatex Spinning Mills dilakukan dengan cara inspeksi pada kualitas bahan baku, produk antara dan produk jadi. Penelitian yang dilakukan terhadap PT.World Yamatex Spinning Mills menggunakan Statistical Quality Control (SQC). Pengendalian kualitas terhadap hasil produksi dilakukan dengan membuat peta kendali – p yang digunakan untuk menganalisis produk yang mengalami cacat atau ketidaksesuain dengan standar. Dilengkapi dengan diagram pareto dan diagram sebab akibat. Setelah membuat peta kendali-p, langkah selanjutnya adalah melakukan uji keseragaman data, yaitu dengan menghilangkan titik-titik yang berada diluar batas kendali. Setelah semua data sampel berada dalam batas kendali, dilakukan analisis terhadap peta kendali yang sudah seragam tersebut, bahwa tidak terjadinya penyimpangan. Berdasarkan diagram pareto, perioritas perbaikan yang perlu dilakukan adalah untuk jenis kecacatan berupa “Nomor Benang ( Ne ) > ±3%” sebesar 35%. Dari hasil analisis dengan menggunakan diagram sebab akibat dapat diketahui faktor penyebab kecacatan yang utama adalah faktor bahan baku, manusia, mesin dan lingkungan sehingga perusahan dapat mengambil tindakan pencegahan dan perbaikan untuk mengurangi produk cacat dan meningkatkan kualitas produk.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/2390
Date: 2010


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 15.80Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 37.08Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 64.28Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 159.7Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 56.50Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 41.82Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record