Hubungan Pendidikan dan Pelatihan dengan Prestasi Kerja karyawan di Divisi Learning Center PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

Widyatama Repository

Hubungan Pendidikan dan Pelatihan dengan Prestasi Kerja karyawan di Divisi Learning Center PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

Show full item record

Title: Hubungan Pendidikan dan Pelatihan dengan Prestasi Kerja karyawan di Divisi Learning Center PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Author: Maulana, Noval
Abstract: Perusahaan dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan, sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. Untuk mendapatkan orang-orang yang terampil dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan bukanlah sesuatu hal yang mudah. Salah satu usaha yang dilakukan oleh Divisi Learning Center PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk dalam memperoleh sumber daya manusia yang berkualitas adalah dengan cara mengadakan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan karyawan. Divisi Learning Center PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk berharap dengan melaksanakan pendidikan dan pelatihan perusahaan akan mampu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan karyawan di dalam perusahaan. Dari hasil pendidikan dan pelatihan tersebut diharapkan para karyawan dapat memberikan prestasi kerja yang baik. Berdasarkan pemikiran tesebut, maka penulis melakukan penelitian di Divisi Learning Center PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Dalam penelitian ini penulis mengambil judul ”Hubungan Pendidikan dan Pelatihan dengan Prestasi Kerja pada Divisi Learning Center PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan pendidikan dan pelatihan karyawan dengan prestasi kerja, dan seberapa kuat hubungan antara pendidikan dan pelatihan karyawan dengan prestasi kerja. Dalam hal penelitian ini, metode yang digunakan peneliti adalah metode deskriptif, metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status, sekelompok manusia, suatu objek, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi Rank Spearman, koefisien determinasi dan uji hipotesis. Penelitian ini dilakukan terhadap 30 orang karyawan yang dijadikan sampel untuk mendapatkan data yang diperlukan, melalui penyebaran kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, pernyataan responden atas pendidikan dan pelatihan karyawan adalah sangat baik, yang ditunjukan dengan nilai total rata-rata secara keseluruhan atas peryataan reponden terhadap pendidikan dan pelatihan karyawan adalah sebesar 4,41 , sedangkan peryataan responden terhadap prestasi kerja karyawan berada pada kriteria sangat baik yakni sebesar 4,52. Hasil perhitungan statistik mengenai koefisien korelasi dengan menggunakan korelasi Rank Spearman menunjukan adanya korelasi atau hubungan yang kuat antara pelaksanaan pendidikan dan pelatihan karyawan dengan prestasi kerja itu ditunjukan dengan  0,600 s r . Sedangkan dari hasil perhitungan koefisien determinasi dapat diketahui bahwa kontribusi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan karyawan terhadap prestasi kerja sebesar Kd  36%, sedangkan sisanya yaitu sebesar 64% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya. Penggujian hipotesis dengan hasil bahwa thitung > ttabel atau 4,960 > 1,701 maka Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini berarti bahwa antara pendidikan dan pelatihan karyawan dengan prestasi kerja terdapat hubungan.
Description: Saat ini teknologi informasi berkembang sangat cepat, hampir semua bidang kehidupan sudah tersentuh oleh teknologi informasi, baik itu entertainment, kesehatan, pendidikan, asuransi, bank maupun pemerintahan. Teknologi informasi bagi suatu perusahaan adalah hal yang sangat penting. Dengan penerapan teknologi informasi secara tepat suatu perusahaan dapat memiliki keunggulan bersaing dalam industrinya. Teknologi informasi semakin membuka kemungkinan bagi perusahaan untuk mengembangkan dan memperluas bisnisnya. Bagi perusahaan yang ingin bersaing dan maju, tenologi informasi tampaknya merupakan suatu kepentingan yang tidak bisa dihindarkan. Teknologi informasi tampaknya bukan hanya merupakan suatu alat pendukung tetapi sudah merupakan alat utama. Setiap perusahaan harus mampu menunjukkan keunggulan dari produknya agar bisa bersaing. Perusahaan harus memperhatikan keunggulan-keunggulan serta kelemahan-kelemahan yang terdapat pada perusahaannya. Keunggulan-keunggulan ini harus dapat dipertahankan ataupun ditingkatkan sedangkan kelemahannya harus dapat diperbaiki. Hal tersebut harus dilakukan agar proses pencapaian tujuan perusahaan yang telah ditetapkan dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Keberhasilan pencapaian tujuan perusahaan tentunya tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang dimiliki, teknologi yang digunakan, ataupun sarana dan prasarana yang ada dalam suatu perusahaan, akan tetapi ada hal yang paling menentukan dalam proses penyatuan faktor-faktor yang ada dalam perusahaan tersebut yaitu faktor sumber daya manusia. Faktor inilah yang menggerakkan seluruh faktor-faktor yang dimiliki oleh perusahaan dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/2261
Date: 2013-09-02


Files in this item

Files Size Format View Description
0204282.pdf 396.5Kb PDF View/Open Full file

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record