ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, RASIO LEVERAGE, DAN RASIO PROFITABILITAS SERTA PENGARUHNYA TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN SEKTOR PERTAMBANGAN YANG LISTING DI BEI

Widyatama Repository

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, RASIO LEVERAGE, DAN RASIO PROFITABILITAS SERTA PENGARUHNYA TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN SEKTOR PERTAMBANGAN YANG LISTING DI BEI

Show full item record

Title: ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, RASIO LEVERAGE, DAN RASIO PROFITABILITAS SERTA PENGARUHNYA TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN SEKTOR PERTAMBANGAN YANG LISTING DI BEI
Author: Sandhieko, Hendri Harryo
Abstract: Rasio keuangan merupakan salah satu cara atau metode yang digunakan untuk menghitung dan menganalisis data keuangan suatu perusahaan guna mengukur kinerja perusahaan. Semakin baik kinerja perusahaan yang di ukur dari rasio keuangannya maka semakin tinggi harga sahamnya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio Leverage, dan Rasio Profitabilitas terhadap Harga Saham secara simultan dan parsial pada perusahaan-perusahaan Sektor Pertambangan yang listing di BEI periode 2003-2008. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dan verifikatif. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik parametrik berdasarkan data yang diperoleh, yaitu analisis regresi, analisis korelasi, koefisien determinasi, dan pengujian hipotesis. Dari hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa besarnya korelasi berganda antara Rasio Likuiditas, Rasio Leverage, dan Rasio Profitabilitas dengan Harga Saham sebesar 0,622, ini menunjukkan keeratan hubungan antara Rasio Likuiditas, Rasio Leverage, dan Rasio Profitabilitas terhadap Harga Saham adalah kuat dengan arah hubungan positif yang artinya apabila Rasio Likuiditas, Rasio Leverage, dan Rasio Profitabilitas mengalami peningkatan maka Harga Saham juga akan mengalami peningkatan, begitu juga sebaliknya. Selain itu koefisien determinasi antara Rasio Likuiditas, Rasio Leverage, dan Rasio Profitabilitas dengan Harga Saham adalah sebesar 0,336, ini menunjukkan besarnya kontribusi antara Rasio Likuiditas, Rasio Leverage, dan Rasio Profitabilitas dengan Harga Saham sebesar 33,6%, sedangkan sisanya sebesar 66,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh bahwa Ho ditolak yang artinya bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara Rasio Likuiditas, Rasio Leverage, dan Rasio Profitabilitas terhadap Harga Saham perusahaan. Pada analisis korelasi linier antara Rasio Likuiditas terhadap Harga Saham diperoleh koefisien korelasi 0,220. Ini menunjukkan keeratan hubungan antara Rasio Likuiditas dengan Harga Saham adalah rendah dan mempunyai arah hubungan positif yang artinya apabila Rasio Likuiditas mengalami peningkatan maka Harga Saham juga akan mengalami peningkatan, begitu juga sebaliknya. Untuk koefisien determinasi antara Rasio Likuiditas dengan Harga saham diperoleh hasil sebesar 4,84% atinya bahwa besarnya kontribusi Rasio Likuiditas terhadap Harga Saham sebesar 4,84%, sedangkan sisanya sebesar 95,16% dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh bahwa Ho diterima, yang artinya bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Rasio Likuiditas terhadap Harga Saham perusahaan. Pada analisis korelasi linier antara Rasio Leverage terhadap Harga Saham diperoleh koefisien korelasi -0,255. Ini menunjukkan keeratan hubungan antara Rasio Leverage dengan Harga Saham adalah rendah dan mempunyai arah hubungan negatif yang artinya apabila Rasio Leverage mengalami peningkatan maka Harga Saham akan mengalami penurunan, begitu juga sebaliknya. Untuk koefisien determinasi antara Rasio Leverage dengan Harga saham diperoleh hasil sebesar 6,5025% artinya bahwa besarnya kontribusi Rasio Leverage terhadap Harga Saham sebesar 6,5025%, sedangkan sisanya sebesar 93,4975% dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh bahwa Ho diterima yang artinya bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Rasio Leverage terhadap Harga Saham perusahaan. Pada analisis korelasi linier antara Rasio Profitabilitas terhadap Harga Saham diperoleh koefisien korelasi 0,612. Ini menunjukkan keeratan hubungan antara Rasio Profitabilitas dengan Harga Saham adalah kuat dan mempunyai arah hubungan positif yang artinya apabila Rasio Profitabilitas mengalami peningkatan maka Harga Saham juga akan mengalami peningkatan, begitu juga sebaliknya. Untuk koefisien determinasi antara Rasio Profitabilitas dengan Harga saham diperoleh hasil sebesar 37,4544% atinya bahwa besarnya kontribusi Rasio Profitabilitas terhadap Harga Saham sebesar 37,4544%, sedangkan sisanya sebesar 62,5456% dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh bahwa Ho ditolak yang artinya bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Rasio Profitabilitas terhadap Harga Saham perusahaan.
Description: Krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998 dan resesi global yang terjadi pada tahun 2008 hingga saat ini memberikan dampak yang begitu besar terhadap perekonomian Indonesia. Penurunan faktor-faktor makro seperti inflasi, nilai tukar rupiah, dan tingkat suku bunga menyebabkan kondisi ekonomi Indonesia ikut mengalami penurunan. Tetapi, beberapa sektor industri mengalami penguatan khususnya industri pertambangan yang harga sahamnya menguat 6,37%. Mungkin penguatan sektor industri pertambangan tersebut disebabkan karena adanya peningkatan terhadap harga komoditi-komoditi logam seperti timah yang pada awal tahun 2008 sebesar 16.005 dollar AS per ton menjadi 17.175 dollar AS per ton pada September 2008 (Kompas, November 2008). Turunnya perekonomian Amerika dan negara-negara Eropa lainnya telah mengakibatkan turunnya daya beli terhadap komoditi-komoditi ekspor Indonesia khususnya komoditi logam. Melambungnya harga minyak mentah dunia yang mencapai 147,27 dollar AS per barrel pada pertengahan Juli 2008 yang merupakan titik tertinggi. Kini harga minyak mentah dunia turun terus menerus dan mencapai titik terendah yaitu 43,64 dollar AS per barrel pada perdagangan di Singapura (Kompas, Desember 2008). Resesi global yang terjadi menyebabkan turunnya daya beli negara-negara industri yang mengakibatkan fluktuasi harga komoditi-komoditi energi dan logam yag menyebabkan adanya ketidakpastian dalam pendapatan yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan. Indonesia sebagai salah satu negara penghasil komoditi-komoditi energi dan logam sangat merasakan dampak tersebut. Penurunan daya beli negara-negara industri dunia seperti Amerika dan Eropa serta fluktuasi harga komoditi-komoditi energi dan logam, memberikan dampak negatif terhadap perusahaan-perusahaan khususnya pada sektor pertambangan yang ada di Indonesia
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/2260
Date: 2009


Files in this item

Files Size Format View Description
Hendri Harryo Sandhieko.pdf 634.8Kb PDF View/Open Full file

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record