Peranan Audit Investigatif Dalam Pengungkapan Tindak Pidana Pencucian Uang ( Money Laundering ) (Studi Kasus pada Polda Jabar)

Widyatama Repository

Peranan Audit Investigatif Dalam Pengungkapan Tindak Pidana Pencucian Uang ( Money Laundering ) (Studi Kasus pada Polda Jabar)

Show full item record

Title: Peranan Audit Investigatif Dalam Pengungkapan Tindak Pidana Pencucian Uang ( Money Laundering ) (Studi Kasus pada Polda Jabar)
Author: Karim, Muhammad Busrol
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk menjawab masalah-masalah, antara lain bagaimana peranan audit investigatif dalam pengungkapan tindak pidana pencucian uang (money laundering). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peranan audit investigatif dalam tindak pidana pencucian uang (money laundering). Audit Investigatif mencakup reviu dokumentasi keuangan untuk tujuan tertentu yang mungkin saja berhubungan dengan masalah litigasi dan pidana, dimana praktiknya lebih diutamakan pada dua bidang kegiatan, yaitu mencari bukti perbuatan kriminal dan penyebab atau pendukung kerugian. Bukti pada audit investigatif sama dengan bukti yang ditetapkan dalam standar auditing, bukti tersebut harus kompeten. Audit investigatif dilaksanakan untuk membantu penyidik sehingga alat buktinya harus sesuai dengan alat bukti yang sah menurut Kitab Hukum Acara Pidana (KUHAP). Alat bukti yang sah diatur dalam pasal 184 KUHAP yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, petunjuk, dokumen, dan keterangan terdakwa. Penelitian ini merupakan studi kasus pada Polda Jawa Barat bagian Direktorat Reserse Kriminal dengan metode penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat eksploratif yaitu suatu metode yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki untuk memaparkan dan menggali informasi lebih dalam. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara tidak terstruktur dan studi kepustakaan dengan cara mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa Audit investigatif berperan cukup besar dalam pengungkapan tindak pidana pencucian uang (money laundering) yang dimulai dari penelaahan informasi awal yaitu informasi yang didapat dari bank BNI sebagai Penyedia Jasa Keuangan (PJK), yang kemudian ditemukan unsur-unsur melawan hukum, pihak-pihak yang terkait, fakta, dan bukti-bukti yang sesuai dengan alat bukti yang sah menurut KUHAP pasal 184 sehingga YH dapat dituntut pidana penjara. Selain itu berdasarkan tabel analisis yuridis yang sesuai Standar Pelaporan KPK YH dapat dituntut pidana penjara karena telah memenuhi ketentuan KUHAP pasal 184 yang menyatakan seseorang dapat dipidana apabila memenuhi 2 alat bukti yang sah dan meyakinkan.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/1438
Date: 2010


Files in this item

Files Size Format View Description
Bab1.pdf 5.467Mb PDF View/Open Bab I
Bab2.pdf 17.76Mb PDF View/Open Bab II
Bab3.pdf 3.554Mb PDF View/Open Bab III
Bab4.pdf 9.544Mb PDF View/Open Bab IV
Bab5.pdf 1.060Mb PDF View/Open Bab V
abstrak.pdf 64.10Kb PDF View/Open Abstrak
daf-gambar.pdf 29.28Kb PDF View/Open Daftar Gambar
daf-isi.pdf 73.56Kb PDF View/Open Daftar isi
daf-pustaka.pdf 66.49Kb PDF View/Open Daftar pustaka
kata-pengantar.pdf 93.98Kb PDF View/Open Kata pengantar
lembar pengesahan.pdf 105.9Kb PDF View/Open lembar pengesaha
cover .pdf 70.16Kb PDF View/Open cover

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record