Analisis Penerapan Sistem Antrian pada Proses Transaksi di PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Cabang Larantuka, Flores Timur

Widyatama Repository

Analisis Penerapan Sistem Antrian pada Proses Transaksi di PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Cabang Larantuka, Flores Timur

Show full item record

Title: Analisis Penerapan Sistem Antrian pada Proses Transaksi di PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Cabang Larantuka, Flores Timur
Author: Lamapaha, Maxima Donata
Abstract: Skripsi ini berjudul: â Analisis Penerapan Sistem Antrian pada Proses Transaksi di PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Cabang Larantuka, Flores Timurâ . disusun oleh Maxima Donata Lamapaha (02.04.314). Di mata masyarakat bank merupakan sebuah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat, maupun penyalur dana kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Untuk menjaga kepercayaan masyarakat ini bank harus memberikan respon yang optimal melalui pemberian pelayanan kepada masyarakat yang sebaik mungkin. Penggunaan model antrian dapat membantu pihak bank dalam merancang sistem operasional petugas layanannya tersebut agar proses transaksi dapat berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja sistem antrian, untuk mengetahui penyebab adanya hambatan kinerja sistem antrian, dan untuk mengetahui solusi dalam mengatasi hambatan kinerja antrian pada proses transaksi di PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Cabang Flores Timur. Dalam menganalisis kinerja antrian pada proses transaksi maupun masalah serta solusinya penulis menggunakan model sistem antrian jalur ganda atau Multiple Channel Quiuery System. Penggunaan model sistem antrian ini didasarkan pada jumlah teller pada BRI Cabang Larantuka adalah tiga orang dengan satu tahap jalur pelayanan. Dari hasil perhitungan dengan model sistem antrian jalur ganda diperoleh bahwa jam sibuk kerja teller adalah pada jam 10.00-11.00, dimana pada periode waktu tersebut rata-rata nasabah yang menunggu sebanyak 10 orang. Oleh karena itu menurut penulis masalah kinerja sistem antrian pada BRI Cabang Larantuka adalah pada banyaknya jumlah nasabah yang mengantri untuk mendapatkan pelayanan, dan penyebab masalah tersebut adalah karena ketidakseimbangan kapasitas dimana jumlah teller tidak sesuai dengan kapasitas nasabah yang datang pada periode sibuk. Pengurangan jumlah nasabah yang mengantri dalam proses transaksi dilakukan melalui penambahan jumlah teller. Hasil perhitungan penulis dengan melakukan penambahan satu orang teller diperoleh penurunan jumlah nasabah yang mengantri sebanyak 2 orang (menjadi 8 orang). Namun, menurut penulis dalam mengatur penambahan jumlah teller, PT. BRI Cabang Larantuka perlu mempertimbangkan tingkat kesibukan dari unit kerjanya. Agar operasional kinerja BRI Cabang Larantuka secara keseluruhan tidak terganggu dan proses transaksi dapat optimal maka penambahan teller bisa diambil dari unit kerja yang tidak terlalu sibuk.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/10364/842
Date: 2008-03


Files in this item

Files Size Format View Description
content 1.pdf 625.2Kb PDF View/Open content 1
content 2.pdf 633.0Kb PDF View/Open content 2
content 3.pdf 66.67Kb PDF View/Open content 3
cover.pdf 66.63Kb PDF View/Open cover

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record