Analisis Capital Asset Pricing Model dan Pengaruhnya terhadap Reward to Volatility (Studi pada Kelompok Saham LQ 45 di Bursa Efek Jakarta periode semester I 2003-semester II 2006)

Widyatama Repository

Analisis Capital Asset Pricing Model dan Pengaruhnya terhadap Reward to Volatility (Studi pada Kelompok Saham LQ 45 di Bursa Efek Jakarta periode semester I 2003-semester II 2006)

Show full item record

Title: Analisis Capital Asset Pricing Model dan Pengaruhnya terhadap Reward to Volatility (Studi pada Kelompok Saham LQ 45 di Bursa Efek Jakarta periode semester I 2003-semester II 2006)
Author: Nugraha, M. Hilvan
Abstract: Investasi di pasar modal, risiko dan tingkat pengembalian merupakan dua unsur yang sangat melekat pada setiap modal yang diinvestasikan. Tentunya diperlukan perhitungan risiko bagi investor yang akan melakukan investasi pada sekuritas saham, karena investor harus memutuskan investasi seperti apa yang akan mendatangkan return yang proporsional dengan tingkat risiko melekat pada sekuritas tersebut. Risiko yang relevan untuk diukur adalah risiko pasar atau risiko sistematik, sebab risiko ini tidak dapat dihilangkan atau dikurangi. Hubungan antara risiko sistematis dengan return tersebut apabila digambarkan dalam suatu model akan membentuk Capital Asset Pricing Model (CAPM). Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Capital Asset Pricing Model dan Reward to Volatility pada saham LQ 45 di Bursa efek Jakarta, serta mengetahui pengaruh Capital Asset Pricing Model secara simultan terhadap Reward to Volatility pada saham LQ 45 di Bursa Efek Jakarta.Penelitian ini menggunakan data semesteran selama tahun 2003-2006 yang diambil dari Bursa Efek Jakarta. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukan bahwa dengan menganalisis metode dari ke sembilan belas perusahaan yang termasuk kedalam kelompok indeks LQ 45 yang memiliki tingkat keuntungan yang disyaratkan (E(Ri)) tertinggi dimiliki oleh PT.International Nickel Indonesia Tbk, yaitu sebesar 0.50115, diikuti dengan tingkat risiko (β) sebesar 3.6652 yang merupakan tingkat risiko (β) tertinggi diantara ke-19 perusahaan tersebut. Bagi investor yang memiliki karakteristik â Risk Averseâ pasti akan memilih investasi pada saham PT.International Nickel Indonesia Tbk karena memiliki E(Ri) yang tertinggi walaupun memiliki tingkat risiko (β) yang tinggi Sedangkan dari hasil yang diperoleh untuk menganalisis Reward to Volatility yang terbesar, dari sembilan belas perusahaan yang termasuk kedalam kelompok indeks LQ 45 dimiliki oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk yaitu sebesar 0,11113537. Dalam hal ini semakin besar Reward to Volatility suatu saham, berarti semakin baik saham itu, maka perusahaan ini memiliki saham dengan kriteria baik. Sementara itu, pada Penelitian uji F, terlihat tingkat signifikansi sebesar 0.011 (Significance F = 0.011 < α = 0.05), ini dapat diartikan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa Capital Asset Pricing Model secara simultan berpengaruh terhadap Reward to Volatility pada sektor Indeks LQ 45 selama periode Semesteran dari tahun 2003-2006 dapat diterima.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/10364/832
Date: 2008-03


Files in this item

Files Size Format View Description
content 1.pdf 3.310Mb PDF View/Open content 1
content 2.pdf 2.763Mb PDF View/Open content 2
cover.pdf 160.6Kb PDF View/Open cover

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record