Analisis Perbandingan Penggunaan Forward Contract Hedging Dengan Money Market Hedging Dalam Pembayaran Hutang Impor PT. PINDAD (Persero)

Widyatama Repository

Analisis Perbandingan Penggunaan Forward Contract Hedging Dengan Money Market Hedging Dalam Pembayaran Hutang Impor PT. PINDAD (Persero)

Show full item record

Title: Analisis Perbandingan Penggunaan Forward Contract Hedging Dengan Money Market Hedging Dalam Pembayaran Hutang Impor PT. PINDAD (Persero)
Author: Angelina, Feti Sisca
Abstract: Era globalisasi saat ini telah meningkatkan interaksi antar negara dalam berbagai bidang, termasuk di dalamnya perdagangan internasional. Mekanisme yang terjadi dalam perdagangan internasional yaitu adanya penyerahan barang dan adanya pembayaran sejumlah uang diantara kedua negara yang melakukan transaksi. Pada kenyataannya nilai tukar mata uang setiap negara senantiasa berfluktuasi satu sama lainnya. Keadaan ini menyebabkan ketidakpastian bagi perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam perdagangan internasional. Ketika Indonesia mengalami krisis moneter banyak sekali perusahaan di Indonesia yang mengalami kebangkrutan karena kewajiban membayar hutang dalam valuta asingnya meningkat sangat tajam seiring dengan terdepresiasinya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat dan mata uang negara-negara lain. Banyak perusahaan di Indonesia yang tidak sanggup membayar kewajibannya dalam bentuk valuta asing tersebut. Penelitian ini berhubungan dengan penggunaan teknik hedging sebagai upaya untuk meminimalkan risiko foreign exchange. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan penggunaan forward contract hedging dengan money market hedging. Objek dari penelitian ini adalah penggunaan forward contract hedging dan money market hedging terhadap nilai valas perusahaan yang berasal dari pembayaran hutang impor yang dilakukan oleh PT. PINDAD (Persero). Hipotesis dari penelitian ini adalah penggunaan money market hedging lebih efisien daripada forward contract hedging terhadap besarnya pembayaran hutang impor perusahaan dengan cara uji satu pihak. Pada metode forward contract hedging apabila premi swap terlalu besar maka akan mempengaruhi nilai forward rate menjadi besar pula. Untuk tahun 2006 nilai hutang impor yang harus dibayar oleh PT. PINDAD (Persero) dengan menggunakan forward contract hedging adalah sebesar Rp. 39.645.780.063,80 dan pada tahun 2007 nilai hutang impor yang harus dibayar PT. PINDAD (Persero) sebesar Rp. 38.312.749.984,00. Sedangkan dengan menggunakan metode money market hedging PT. PINDAD (Persero) pada tahun 2006 mengeluarkan total biaya sebesar Rp. 36.142.164.264,36 dan pada tahun 2007 total biaya PT. PINDAD (Persero) sebesar Rp. 35,888,866,653.80. Perbandingan antara menggunakan forward contract hedging dengan money market hedging pada pembayaran hutang impor PT. PINDAD (Persero), yaitu pada tahun 2006 selisih antara nilai hutang impor dengan menggunakan forward contract hedging dan nilai hutang impor dengan menggunakan money market hedging adalah sebesar Rp. 3.503.615.799,44 (metode money market hedging lebih efisien). Sedangkan pada tahun 2007 selisih antara nilai hutang impor dengan menggunakan forward contract hedging dan nilai hutang impor dengan menggunakan money market hedging adalah sebesar Rp. 2.423.883.330,20 (metode money market hedging lebih efisien). Berdasarkan analisis uji satu pihak dengan menggunakan distribusi t dengan tingkat signifikansi 5% dan n = 22, dapat terlihat . Ini berarti penggunaan money market hedging tidak lebih efisien dibandingkan dengan forward contract hedging. Faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah besarnya swap rate dan fluktuasi nilai tukar rupiah yang stabil terhadap dollar Amerika pada tahun transaksi yang diteliti.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/10364/813
Date: 2008-04


Files in this item

Files Size Format View Description
content 1.pdf 2.085Mb PDF View/Open content 1
content 2.pdf 966.6Kb PDF View/Open content 2
cover.pdf 87.73Kb PDF View/Open cover

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record