Analisis Penerapan Material Requirement Planning (MRP) dalam Upaya Mengendalikan Persediaan Bahan Baku Daging Pada Long Horn Steak & Ribs

Widyatama Repository

Analisis Penerapan Material Requirement Planning (MRP) dalam Upaya Mengendalikan Persediaan Bahan Baku Daging Pada Long Horn Steak & Ribs

Show full item record

Title: Analisis Penerapan Material Requirement Planning (MRP) dalam Upaya Mengendalikan Persediaan Bahan Baku Daging Pada Long Horn Steak & Ribs
Author: Rovianty, Andi Novi
Abstract: Suatu perusahaan pada umumnya melakukan aktivitas mengubah input menjadi output. Produksi merupakan fungsi pokok dalam perusahaan, yang mencakup aktivitas yang bertanggung jawab untuk menciptakan nilai tambah produk yang merupakan output dari setiap perusahaan, dan kegiatan produksi sangat erat hubungannya dengan bahan baku. Suatu sistem yang dapat digunakan untuk menangani masalah yang berkaitan dengan penyediaan bahan baku untuk produksi adalah Material Requirement Planning (MRP) atau sistem perencanaan material. Sistem ini dipergunakan untuk menghitung kebutuhan bahan baku yang bersifat dependent demand terhadap penyelesaian suatu produk akhir. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan judul â Analisis Penerapan Material Requirement Planning (MRP) Dalam Upaya Mengendalikan Persediaan Bahan Baku Daging Pada Long Horn Steak & Ribsâ dengan menggunakan metode deskriptif analisis dan metode historis sebagai metode penelitiannya. Pada Long Horn Steak & Ribs, proses pengendalian persediaan bahan baku berdasarkan atas adanya pesanan dari konsumen dan melakukan pemesanan rata-rata 88 kali setiap bulannya untuk 14 jenis daging yang berbeda. Biaya persediaan bahan baku yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah Rp 304.585.650,-. Dengan menerapkan metode Material Requirement Planning dalam mengendalikan persediaan bahan baku maka harga yang dikeluarkan adalah: Metode Lot-For-Lot : Rp 280.145.850,- Metode Economic Order Quantity : Rp 295.533.893,- Metode Least Total Cost : Rp 298.494.275,- Metode Least Unit Cost : Rp 298.346.725,- Dari semua metode di atas, hasil analisa menggambarkan bahwa metode Least Total Cost atau Least Unit Cost baik untuk diterapkan dalam perusahaan, karena dengan kedua metode ini, perusahaan akan mengurangi biaya persediaan sampai Rp 6.091.375,- atau Rp 6.238.925,-. Artinya metode ini baik dijalankan di perusahaan karena hasilnya dapat menghemat jumlah biaya persediaan bahan baku yang timbul dalam biaya yang di anggarkan pada biaya produksi perusahaan dan juga sesuai dengan tujuan dan maksud yang telah dijabarkan dalam sistem MRP berdasarkan teori yang menjelaskan tentang sebuah teknik permintaan terikat yang menggunakan daftar kebutuhan bahan, persediaan, permintaan, penerimaan yang diperkirakan, dan jadwal produksi induk dalam menentukan kebutuhan bahan bakunya.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/10364/808
Date: 2007-03


Files in this item

Files Size Format View Description
content3.pdf 47.31Kb PDF View/Open Bab 5 & DafPust
content2.pdf 2.703Mb PDF View/Open Bab 3 & 4
content1.pdf 1.596Mb PDF View/Open Bab 1 & 2
cover.pdf 51.10Kb PDF View/Open Cover & abstrak

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record