Pengaruh Saluran Distribusi Terhadap Volume Penjualan di KOPTI (Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia), Garut

Widyatama Repository

Pengaruh Saluran Distribusi Terhadap Volume Penjualan di KOPTI (Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia), Garut

Show full item record

Title: Pengaruh Saluran Distribusi Terhadap Volume Penjualan di KOPTI (Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia), Garut
Author: Nurmawan, Galih
Abstract: Skripsi ini disusun oleh Galih Nurmawan dengan judul skripsi â Pengaruh Saluran Distribusi Terhadap Volume Penjualan di KOPTI (Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia), Garutâ . Lokasi penelitian dilakukan pada Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia ( KOPTI ) yang berlokasi Jl. Merdeka No. 157 Garut Jawa Barat, dengan dosen pembimbing : Bapak Salim Munabi, S.E., M.M. KOPTI merupakan suatu lembaga koperasi yang bergerak dalam bidang penyedia bahan baku pembuatan tahu tempe,yang khususnya kacang kedelai sebagai bahan pokok dari pembuatan tahu tempe tersebut. KOPTI ini menggunakan dua jenis tingkat perantara dalam menyalurkan produknya yaitu perantara agen dan perantara pengecer. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pelaksanaan saluran distribusi yang dilakukan KOPTI, untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi KOPTI dalam menyalurkan kacang kedelai, serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh saluran distribusi terhadap volume penjualan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survei Eksplanatori yaitu metode yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan-hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemilihan saluran distribusi yang dilakukan oleh KOPTI sudah tepat, yaitu dengan menggunakan distribusi selektif untuk perantara agen serta distribusi intensif untuk perantara pengecer. Adapun kendala yang dihadapi perusahaan adalah: Terbatasnya kemampuan armada pengiriman atau pengangkutan suatu agen dalam melayani konsumen yang ada di berbagai tempat, pada saat pembayaran atas produk kacang kedelai yang telah didistribusikan ke konsumen terkadang lambat oleh perantara, kendala lainya yang berhubungan dengan kerusakan produk koperasi pada saat pendidstribusian produk dari para perantara ke konsumen. Berdasarkan hasil perhitungan rumus regresi linier sederhana, diperoleh persamaan yang berarti setiap kenaikan 1 unit jumlah perantara, maka volume penjualan kedelai koperasi akan bertambah sebesar 351,96 ton. XY96,35141,724+= Sedangkan dengan menggunakan rumus koefisien korelasi dapat diketahui nilai r sebesar 0,725, yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang cukup kuat dan bersifat searah antara jumlah perantara (pedagang besar dan pengecer) dengan volume penjualan kacang kedelai pada KOPTI. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi, maka diperoleh nilai sebesar 52.6%, yang berarti besarnya pengaruh saluran distribusi (jumlah perantara agen dan pengecer) terhadap volume penjualan. Sedangkan selebihnya sebesar 47,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar saluran distribusi. kd Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan nilai thitung dan nilai ttabel. Berdasarkan perhitungan, nilai ttabel = 1,860 sedangkan nilai thitung = 2,98. Karena nilai thitung lebih besar daripada nilai ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi hipotesis yang menyatakan bahwa (â Apabila jumlah saluran distribusi bertambah atau meningkat, maka hal tersebut dapat meningkatkan volume penjualanâ ), dapat diterima.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/10364/776
Date: 2008-03


Files in this item

Files Size Format View Description
content 1.pdf 1.034Mb PDF View/Open content 1
content 2.pdf 404.6Kb PDF View/Open content 2
cover.pdf 160.2Kb PDF View/Open cover

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record