Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan PT Bank Jabar Sebelum Dan Setelah Penetapan Otonomi Daerah (Studi kasus pada PT Bank Jabar cabang Pandeglang)

Widyatama Repository

Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan PT Bank Jabar Sebelum Dan Setelah Penetapan Otonomi Daerah (Studi kasus pada PT Bank Jabar cabang Pandeglang)

Show full item record

Title: Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan PT Bank Jabar Sebelum Dan Setelah Penetapan Otonomi Daerah (Studi kasus pada PT Bank Jabar cabang Pandeglang)
Author: Widiyastuti, Rina
Abstract: Pelaksanaan otonomi daerah, desentralisasi fiskal, dan dunia perbankan berperan sangat penting dalam mempengaruhi kinerja perekonomian daerah. Pengukuran kinerja perekonomian daerah yang bersangkutan dapat menjadi lebih luas, karena tidak terlepas dari peranan sektor perbankan khususnya bank. Peningkatan kinerja bank dapat memberikan indikasi positif bagi efisiensi ekonomi dan penerimaan pemerintah atau daerah yang bersangkutan. Kinerja bank dapat dinilai dari kemampuannya untuk mengembangkan usahanya, kemampuannya untuk membayar kembali penarikan yang dilakukan oleh pihak ketiga dan kemampuannya untuk memperoleh keuntungan yang sangat penting artinya bagi penerimaan daerah yang bersangkutan. Seiring dengan pelaksanaan otonomi daerah, perbankan di daerah akan bersentuhan langsung dengan sektor riil daerah. Dimana pelaksanaan otonomi daerah akan mempengaruhi sektor perbankan di daerah karena pemerintah daerah tidak lagi diwajibkan menggunakan satu bank (BPD) untuk administrasi keuangan daerah. Perbankan daerah memiliki fungsi dan peran sebagai pengatur lalu lintas uang di daerah sehingga perbankan di daerah diharapkan mampu menghidupkan perekonomian daerah. Oleh karena itu, penulis mengemukakan hipotesis bahwa : â Terdapat peningkatan yang signifikan pada kinerja keuangan PT Bank Jabar setelah penetapan otonomi daerah.â Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah Komparatif. Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan adalah Kinerja Keuangan PT Bank Jabar, yaitu Kinerja Keuangan PT Bank Jabar Sebelum Penetapan Otonomi Daerah (X1) dan Kinerja Keuangan PT Bank Jabar Setelah Penetapan Otonomi Daerah (X2). Analisis yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS Versi 11.0. Berdasarkan pengujian dengan menggunakan pendekatan statistik non parametrik dengan ï ¡=0,05, maka secara umum didapatkan kesimpulan bahwa terjadi peningkatan pada kinerja keuangan PT Bank Jabar khususnya pada aspek rentabilitas. Keadaan tersebut mencerminkan bahwa pihak bank mempunyai kemampuan untuk mengoptimalisasikan laba bersih dari hasil kegiatannya. Dapat kita lihat juga bahwa pada aspek permodalan yang diukur dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak terdapat peningkatan yang signifikan setelah penetapan otonomi daerah. Maksudnya, pihak bank kurang mampu menyediakan modal minimum seperti yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. Begitu pula, kinerja keuangan yang menyangkut aspek likuiditas yang diukur dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) menunjukkan tidak terjadinya peningkatan yang signifikan setelah penetapan otonomi daerah. Hal ini berkaitan dengan kebijakan dari pihak manajemen bank bahwa pada periode setelah penetapan otonomi daerah PT Bank Jabar memperluas ruang gerak operasionalnya sekaligus mengubah image-nya yang selama ini hanya terbatas melayani masyarakat daerah Propinsi Jawa Barat saja menjadi sebuah bank yang berwawasan nasional. Namun disisi lain, pihak bank juga harus menyediakan dana yang cukup besar bagi pembiayaan kredit. Tidak adanya peningkatan dalam LDR berarti bahwa setelah penetapan otonomi daerah pihak bank tidak dapat menutupi permintaan kredit tersebut.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/10364/639
Date: 2005-11


Files in this item

Files Size Format View Description
content.pdf 13.75Mb PDF View/Open content
cover.pdf 80.05Kb PDF View/Open cover

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record