Analisis Pendistribusian Laba Bersih dalam Akuntansi Konvensional dan Akuntansi Syariah

Widyatama Repository

Analisis Pendistribusian Laba Bersih dalam Akuntansi Konvensional dan Akuntansi Syariah

Show full item record

Title: Analisis Pendistribusian Laba Bersih dalam Akuntansi Konvensional dan Akuntansi Syariah
Author: Sitepu, Waktu
Abstract: Dividen atau capital gain merupakan keuntungan yang diperoleh investor atas investasi yang ditanamkan. Inilah yang mengawali para ahli akuntansi mengkritik sistem pendistribusian laba bersih dalam akuntansi konvensional. Karena dalam konsep ini, faktor internal (bahan baku, tenaga kerja, skiil) dan faktor eksternal (lingkungan sosial dan lingkungan alam) diabaikan sebagai kontribusi pencipta laba. Berbagai solusi telah dicari untuk memecahkan masalah ini, misalnya dengan menggunakan . value added concept of income yang bernuansa sosial, tapi konsep ini tidak mampu memenuhi keadilan yang diharapkan . Sehingga akhirnya ditawarkan konsep akuntansi syariah yang bernuansa keadilan. Dimana manajemen diberikan hak untuk memjadi pemilik perusahaan, sehingga hubungan antara stockholders dengan manajemen adalah sebagai mitra bisnis. Manajemen dan karyawan adalah pihak yang memberikan kontribusi yang besar dalam penciptaan laba bersih tersebut. Tapi diakhir periode, laba bersih sepenuhnya dibagikan kepada stockholders saja. Dan jika perusahaan mengalami kerugian, yang menanggung kerugian tersebut hanyalah pihak stockholder saja, walau sebenarnya pihak yang paling bertanggung jawab atas kerugian tersebut adalah manajemen perusahaan. Dari sini dapat dilihat kelemahan-kelemahan mendasar yang terjadi dalam akuntansi konvensional. Disini, akan selalu terdapat pihak yang dirugikan dan pihak yang diuntungkan. Penelitian ini dilakukan dengan teknik eksplorasi literatur dan metode penelitian deskriptif komparatif. Disini penulis mencoba menganalisis dan membandingkan antara kedua konsep tersebut. Konsep tersebut pertama akan dibandingkan dalam hal sistem pencatatan akuntansi nya dan kemudian konsep pendistribusian laba bersih di akhir periode. Selanjutnya, penulis akan menilai konsep yang lebih adil jika dipandang antara stockholders dan manajemen. Penelitian ini dilakukan dalam dua bank yang berbeda, yaitu bank konvensional (Bank Danamon Indonesia Tbk) dan Bank Syariah (Bank Muamalat Indonesia). Bank konvensional memperoleh pendapatan utama dari hasil total bunga yang diperoleh melalui simpanan nasabah. Sedangkan bank syariah memperoleh pendapatan dari sistem bagi hasil antara pihak bank dan nasabah. Dalam bank konvensional, manajemen tidak ikut menanggung resiko kerugian yang jika bank tersebut bermasalah, sedangkan dalam bank syariah manajemen ikut menanggung beban kerugian jika usahanya tidak mampu dioperasikan lagi. Karena selain bertanggung jawab penuh terhadap kelangsung hidup perusahaan, bank syariah juga memberikan persentase laba bersih yang lebih kepada manajemen jika kinerjanya dalam mengelola perusahaan dinilai layak untuk diperhitungkan. Jadi selain memperoleh gaji, manajemen juga memperoleh dividen dari laba bersih akhir tahun.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/10364/622
Date: 2005-09


Files in this item

Files Size Format View Description
cover.pdf 97.17Kb PDF View/Open cover
content.pdf 5.231Mb PDF View/Open content

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record