Analisis Break Event Point Sebagai Alat Bantu Manajemen Dalam Perencanaan Penjualan (Studi Kasus pada PT Indosinga Lestari)

Widyatama Repository

Analisis Break Event Point Sebagai Alat Bantu Manajemen Dalam Perencanaan Penjualan (Studi Kasus pada PT Indosinga Lestari)

Show full item record

Title: Analisis Break Event Point Sebagai Alat Bantu Manajemen Dalam Perencanaan Penjualan (Studi Kasus pada PT Indosinga Lestari)
Author: Putra, Adi
Abstract: Perencanaan penjualan merupakan hal yang penting bagi perusahaan, karena berpengaruh langsung terhadap laba perusahaan. Oleh karena itu manajemen memerlukan suatu alat bantu di dalam menyusun perencanaan penjualan. Salah satu alat bantu yang dapat digunakan adalah analisis break even point. Dalam analisis ini dapat diperoleh informasi pada tingkat penjualan berapa perusahaan mencapai keadaan impas. Atas dasar inilah penulis mengadakan penelitian dan menyajikan dalam suatu Skripsi dengan judul “Analisis Break Even Point Sebagai Salah Satu Alat Bantu Manajemen Dalam Perencanaan Penjualan”. Dalam hal ini yang menjadi masalah adalah : 1. Apakah penerapan analisis break even point yang dilakukan perusahaan sudah tepat 2. Apakah perencanaan penjualan yang telah disusun oleh perusahaan sudah tepat 3. Bagaimana pengaruh analisis break even point terhadap perencanaan penjualan Penulis mempunyai hipotesis :”Jika analisis break even point diterapkan dengan tepat, akan berpengaruh positif terhadap perencanaan penjualan”. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah PT INDOSINGA LESTARI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Break Even Point dicapai pada penjualan Rp 41.495.950.572,-atau pada penjualan 8.548.108 yard pada tahun 2004, sedangkan pada tahun 2005 sebesar Rp 45.726.889.347,- atau pada penjualan 8.948.103 yard, dimana perusahaan tidak mengalami kerugian tetapi juga belum mendapatkan laba. Break Even Point yang dihitung oleh perusahaan pada tahun 2006 sebesar Rp 46,210,970,376,- atau pada penjualan 8,594,192 yard. Sedangkan Margin Of Safety dihitung sebesar 7,26 % pada tahun 2004, sedangkan pada tahun 2005 dihitung perusahaan sebesar 8,32 % dimana perusahaan belum menderita kerugian. Pada tahun 2006 perusahaan menghitung Margin Of Safety sebesar 7,84 %. Perencanaan penjualan pada tahun 2006 yang dihitung oleh PT INDOSINGA LESTARI adalah sebesar : 9,023,901 yard atau Rp 48,532,287,506,-. Dengan laba yang diharapkan sebesar Rp 2,310,548,519,-. Manajemen PT INDOSINGA LESTARI, belum bisa memanfaatkan analisis break even point sebagai salah satu alat bantu dalam perencanaan penjualan, hal ini disebabkan perhitungan break even point yang dilakukan oleh perusahaan masih belum tepat. Hasil kuesioner menunjukkan nilainya sebesar 73,8 %, artinya bahwa analisis break even point digunakan oleh manajemen sebagai salah satu alat bantu dalam perencanaan penjualan. Jadi, hipotesis yang dikemukakan penulis, yaitu :”Jika analisis break even point diterapkan dengan tepat, akan berpengaruh positif terhadap perencanaan penjualan”, dapat diterima.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/10364/508
Date: 2006-03


Files in this item

Files Size Format View Description
bab5.pdf 1019.Kb PDF View/Open Bab 5
bab4.pdf 8.567Mb PDF View/Open Bab 4
bab3.pdf 2.866Mb PDF View/Open Bab 3
bab2.pdf 5.767Mb PDF View/Open Bab 2
bab1.pdf 1.993Mb PDF View/Open Bab 1
cover.pdf 391.5Kb PDF View/Open Cover

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record