ANALISIS PERENCANAAN PAJAK MELALUI REVALUASI AKTIVA TETAP DAN PENGHITUNGAN BESARNYA PAJAK TERHUTANG WAJIB PAJAK BADAN (Studi survei pada Wajib Pajak Badan di Kanwil DJP Jawa Bagian Barat II Bandung)

Widyatama Repository

ANALISIS PERENCANAAN PAJAK MELALUI REVALUASI AKTIVA TETAP DAN PENGHITUNGAN BESARNYA PAJAK TERHUTANG WAJIB PAJAK BADAN (Studi survei pada Wajib Pajak Badan di Kanwil DJP Jawa Bagian Barat II Bandung)

Show full item record

Title: ANALISIS PERENCANAAN PAJAK MELALUI REVALUASI AKTIVA TETAP DAN PENGHITUNGAN BESARNYA PAJAK TERHUTANG WAJIB PAJAK BADAN (Studi survei pada Wajib Pajak Badan di Kanwil DJP Jawa Bagian Barat II Bandung)
Author: Saputra, Ardiantha
Abstract: Bagi dunia usaha, pajak merupakan sumber pengeluaran tanpa mereka memperoleh imbalan secara langsung. Sehingga dalam hal membayar pajak biasanya perusahaan berupaya agar pengeluaran pajaknya menjadi sekecil mungkin melalui perencanaan pajak. Tujuannya adalah mengefisienkan jumlah pajak terhutang melalui penghindaran pajak (tax avoidance) tanpa harus melanggar undang-undang perpajakan, salah satu cara penerapan perencanaan pajak yang relevan untuk dilakukan dunia usaha saat ini adalah melalui kebijakan akuntansi revaluasi aktiva tetap yang mengacu pada Keputusan Menteri Keuangan 486/KMK.03/2002 tanggal 28 November 2002 Tentang Penilaian Kembali Aktiva Tetap Perusahaan Untuk Tujuan Perpajakan. Dengan melakukan revaluasi aktiva tetap, selisih posisi keuangan mencerminkan kondisi yang sebenarnya, perusahaan juga dapat menghemat pengeluaran pajaknya. Objek dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar sebagai Wajib Pajak Badan di Kanwil DJP Jawa Bagian Barat II Bandung dengan jumlah sampel (4) empat yang diambil secara purposive sampling. Pokok bahasannya adalah berapa besar perencanaan pajak melalui revaluasi aktiva tetap tersebut mampu menghemat pengeluaran pajak terhutang Wajib Pajak Badan. Untuk mendapatkan solusi dari pokok bahasan tersebut, dalam penelitian ini digunakan hipotesis bahwa : “Terdapat Perbedaan Yang Signifikan Antara Besarnya Pajak Terhutang Wajib Pajak Badan Yang Dihitung Sebelum Perencanaan Pajak dan Setelah Perencanaan Pajak”. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengumpulkan data laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang menjadi sampel penelitian dan data hasil olahan lainnya, serta melakukan wawancara di Kanwil DJP Jawa Bagian Barat II Bandung. Data yang didapat dianalisis secara kuantitatif, dengan menggunakan statistik parametrik (uji beda), untuk kemudian dilakukan uji hipotesis (uji t). Uji hipotesis dimaksudkan untuk mengetahui apakah kebijakan akuntansi revaluasi aktiva tetap tersebut mampu memberi penghematan pajak yang signifikan pada perusahaan yang menjadi sampel penelitian, dan apakah penghematan yang sama (dalam persentase) berlaku juga untuk perusahaan-perusahaan lain anggota populasi. Berdasarkan uji beda dan uji t dengan tingkat signifikan ( α ) 0,05 atau tingkat keyakinan 95%, dapat dibuktikan bahwa penerapan perencanaan pajak melalui kebijakan revaluasi aktiva tetap tersebut memberikan penghematan pajak yang signifikan, dan hasil ini berlaku juga bagi semua perusahaan anggota populasi penelitian. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa penerapan revaluasi aktiva tetap akan menurunkan biaya penyusutan atas selisih revaluasi, dan karenanya disarankan agar jangka panjang perusahaan mulai mempertimbangkan alternatif-alternatif perencanaan pajak lainnya.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/10364/492
Date: 2005-09


Files in this item

Files Size Format View
0101094.pdf 2.659Mb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record