Analisis Perbandingan Risk dan Return Saham Pada Perusahaan yang Melakukan dan Tidak Melakukan Praktik Perataan Laba (Income Smoothing) di Bursa Efek Indonesia Golongan Indeks Saham LQ 45 (Studi Survey pada Golongan ILQ 45 di BEI Periode 2003-2007)

Widyatama Repository

Analisis Perbandingan Risk dan Return Saham Pada Perusahaan yang Melakukan dan Tidak Melakukan Praktik Perataan Laba (Income Smoothing) di Bursa Efek Indonesia Golongan Indeks Saham LQ 45 (Studi Survey pada Golongan ILQ 45 di BEI Periode 2003-2007)

Show full item record

Title: Analisis Perbandingan Risk dan Return Saham Pada Perusahaan yang Melakukan dan Tidak Melakukan Praktik Perataan Laba (Income Smoothing) di Bursa Efek Indonesia Golongan Indeks Saham LQ 45 (Studi Survey pada Golongan ILQ 45 di BEI Periode 2003-2007)
Author: Angelina, Selvi
Abstract: Tujuan dan maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan risk dan return saham yang signifikan antara perusahaan yang melakukan praktik perataan laba (income smoothing) dengan perusahaan yang tidak melakukan praktik perataan laba, di Bursa Efek Indonesia khususnya golongan indeks saham LQ 45. Perataan laba dapat didefinisikan sebagai salah satu tindakan yang disengaja dalam rangka mengurangi fluktuasi dalam laba, sehingga laba tersebut tetap berada pada level yang dianggap normal oleh perusahaan (Barnea, Ronen dan Sadan;1976;110). Sampel penelitian ini terdiri dari 11 perusahaan yang terdaftar di BEI sebagai golongan indeks saham LQ 45 selama periode 2003-2007. Model Eckle (1981) digunakan untuk mengklasifikasikan sampel tersebut ke dalam kelompok Income Smoothers (yang melakukan praktik perataan laba) dan non-Income Smoothers (yang tidak melakukan praktik perataan laba). Dalam model Eckle ini, sasaran laba yang digunakan untuk tujuan klasifikasi dimaksud adalah laba operasi dan laba bersih. Hasil pengklasifikasian menggunakan model eckle ini menunjukkan masih adanya praktik perataan laba dan bahkan menunjukkan jumlah income smoothers yang cukup banyak dan adanya peningkatan perilaku income smoothing yang cukup tinggi di Bursa Efek Indonesia. Kinerja saham diukur berdasarkan risiko dan return saham yang bersangkutan. Return yang digunakan adalah return geometric (RG) dan risiko yang digunakan adalah beta saham. Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif analisis dengan pengujian statistik umum dan khusus dalam rangka menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Hasil pengujian statistik parametik terhadap kedua hipotesis dimaksud dengan menggunakan analisis varian (ANOVA) dengan rata-rata, menunjukkan hasil ditolaknya hipotesis nol pertama dan hipotesis nol kedua. Berdasarkan hasil pengujian statistik tersebut, maka dapat disimpulkan tidak adanya perbedaan risk dan return yang signifikan antara perusahaan yang melakukan dan yang tidak melakukan praktik perataan laba (income smoothing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) khususnya golongan indeks saham LQ 45.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/10364/1055
Date: 2008-09


Files in this item

Files Size Format View
bab5.pdf 80.61Kb PDF View/Open
bab3-4.pdf 1.393Mb PDF View/Open
bab1-2.pdf 1.444Mb PDF View/Open
cover.pdf 152.0Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record