Peranan Quality Control dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan (Studi Kasus pada CITA Catering di Yogyakarta)

Widyatama Repository

Peranan Quality Control dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan (Studi Kasus pada CITA Catering di Yogyakarta)

Show full item record

Title: Peranan Quality Control dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan (Studi Kasus pada CITA Catering di Yogyakarta)
Author: Leyn, Maria Putri Nilasari
Abstract: Judul penelitian ini adalah â Peranan Quality Control dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan (Studi Kasus pada CITA Catering di Yogyakarta)â . Dosen pembimbing dalam penelitian ini adalah Ibu Hj. Wien Dyahrini, S.E., M.Sc.. Pengendalian kualitas (Quality Control) merupakan usaha untuk mempertahankan mutu atau kualitas dari barang yang dihasilkan agar sesuai dengan spesifikasi produk yang telah ditetapkan berdasarkan kebijaksanaan pimpinan perusahaan. Objek penelitian ini adalah CITA Catering dan merupakan salah satu perusahaan perseorangan yang bergerak di bidang jasa makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pengendalian kualitas (Quality Control) dalam proses produksi yang telah dilaksanakan CITA Catering, serta untuk mengetahui masalah atau kegagalan yang dihadapi sehingga perusahaan dapat melakukan tindakan perbaikan pada masa yang akan datang. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode deskriptif yaitu suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Penelitian ini melakukan pendekatan pada metode studi kasus sehingga penelitian ini hanya dilakukan pada satu perusahaan saja dan dengan satu jenis pelayanan yaitu jenis pelayanan menu racikan dalam doos (box), serta membahas aspek-aspek spesifik, lalu menarik kesimpulan secara khusus mengenai masalah yang diteliti pada CITA Catering. Dari hasil penelitian dan pembahasan diperoleh bahwa dalam menganalisis kegagalan pada jenis pelayanan menu racikan dalam doos (box) dengan menggunakan alat bantu diagram pareto dan diagram sebab-akibat. Kegagalan pada proses produksi yaitu pada tahap mengolah bahan sebesar 0.23% dan pada tahap meracik bahan sebesar 0,20%. Pengendalian kualitas diprioritaskan pada tahap mengolah bahan. Proses pelaksanaan pengendalian ini dilaksanakan dengan memperhatikan factor penyebab kegagalan seperti manusia, metode, dan peralatan yang diharapkan.dengan adanya pengendalian kualitas yang baik, maka kegagalan produk pada tahap produksi dapat ditekan seminimal mungkin. Peranan pengendalian kualitas terhadap kualitas pelayanan dilakukan dengan memakai konsep P-D-C-A. Konsep P-D-C-A merupakan sistem yang efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang mencakup lima bentuk pelayanan yaitu kualitas pelayanan itu sendiri, kualitas setiap kegiatan (activity), kualitas biaya, kualitas ketepatan waktu, dan kualitas keselamatan moral dan semangat kerja setiap individu dalam organisasi. Untuk mencapai kualitas pelayanan tersebut diperlukan partisipasi semua karyawan, semua bagian dan semua proses. Partisipasi semua karyawan dalam pengendalian kualitas pelayanan diperlukan kesungguhan, dengan menolak tujuan bagi diri sendiri dan merugikan perusahaan.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/10364/1041
Date: 2008-07


Files in this item

Files Size Format View
bab5.pdf 420.6Kb PDF View/Open
bab4b.pdf 979.2Kb PDF View/Open
bab4a.pdf 1.155Mb PDF View/Open
bab3.pdf 1.638Mb PDF View/Open
bab2b.pdf 1.693Mb PDF View/Open
bab2a.pdf 1.827Mb PDF View/Open
bab1.pdf 1.035Mb PDF View/Open
cover.pdf 64.95Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record